Madina-zonadinamika news.com. Bobot Pembangunan parit penahan longsor di Sitinjak kecamatan Panyabungan selatan kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga menyalahi aturan.pasalnya bangunan parit tersebut memakai batu gunung bukan batu sungai.juga tidak keras tidak memenuhi standar dan sehingga sangat berpotensi kualitas rendah.

Ihsan selaku pengawas bangunan  mengatakan kepada awak media bahwa bangunan tersebut sudah layak dan tidak menyalahi aturan.Pengakuan tersebut sangat bertolak belakang bila mengati kondisi dilapangan.Karena dampak dari kualitas rendah mengakibatkan banyaknya bangunan yang pecah dan retak.

Batu gunung yang jadi bahan bangunan parit tersebut diambil secara ilegal dan juga tidak memiliki izin galian C.padahal wilayah Sitinjak merupakan hutan lindung taman Nasional batang gadis.

Ihsan juga diduga menjual batu ilegal tersebut kepada peminat yang membeli batu dari lereng bukit Sitinjak yang diambil melalui excavator milik perusahaan tempatnya bekerja.pundi pundi uang hasil dari menjual batu tersebut diduga masuk ke kantong pribadi Ihsan.

Bangunan parit yang diduga terkesan asal-asalan ini dilihat dari aturan komposisi adukan semen dan pasir pemasangan batu gunung di luar ketentuan. Apakah kualitas bangunan ini akan maksimal atau tidak. Pasalnya dilakukan secara manual dan tidak melalui mesin pengaduk semen atau molen.

Bangunan parit tersebut juga tidak dilengkapi dengan plang proyek dan diduga ada unsur untuk mengelabui publik.

Dan diduga ada indikasi pekerjaan proyek Pembangunan parit ini dan terkesan ada penyimpangan demi merauf untung besar dan mengorbankan kepentingan masyarakat banyak. (Saepul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here