Padang Pariaman-BeritaTerbaru.Wiki.Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler di SMKN 1 Sintuk Taboh Gadang Padang Pariaman tahun 2020 layak dicurigai ada yang tidak beres alias akal-akalan.Ironisnya,keterangan yang didapat dari Drs Busraini selaku kepala sekolah SMKN 1 Sintuk Toboh Gadang, bertolak belakang dengan data laporan penggunaan dana BOS di sekolahnya.

Dalam keterangan melalui pesan singkat yang diterimah wartawan media ini, pihaknya mengaku tidak menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler tahun 2020 dengan alasan pandemi covid-19.namun faktanya liat pada rincian yang kami sajikan.

Masa pandemi merebaknya virus Corona 19 membuat kegiatan sekolah harus secara online, maka pemerintah melalui surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Artinya semua kegiatan belajar murid ada di rumah atau secara daring, yg jadi pertanyaan kenapa muncul anggaran pengeluaran dana BOS untuk kegiatan ekstrakurikuler hingga sampai akhir tahun 2020 bahkan hingga saat ini.

Sesuai data yang didapat media ini, SMKN 1 Sintuk Taboh Gadang Padang Pariaman tahun ajaran 2020.mendapatkan kucuran dana BOS tahap 1 Rp.607.200.000, tahap 2 Rp.809.600.000, tahap 3 Rp.604.320.000.

Namun dalam pengalokasiannya diduga ada  rawan masalah atau dugaan kegiatan fiktif seperti pembelajaran dan ekstrakurikuler, kegiatan ini cukup menghabiskan biaya besar baik dari tahap 1 Rp.12.360.000, tahap 2 Rp.13.307.800, tahap 3 Rp.41.260.490.

Drs Busraini selaku kepala sekolah SMKN 1 Sintuk Toboh Gadang, saat di klarifikasi via pesan WhastApp membenarkan bahwa pihaknya selama tahun 2020, masa belajar online tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler.

“Rasanya dari info yang bapak sampaikan diatas kurang pas misal eskul selama covid kami tidak ada melaksanakan  karena situasi covid dan banyak kegiatan yang tidak terlaksana bahkan dana bos sekolah sangat banyak tersisa karena memang kegiatan PBM banyak dilakukan secara daring, dan sudah di sampaikan ke dinas pendidikan dan komite sekolah tentang kegiatan selama covid dan sisa dana bos thn 2020. Daranglah pak zul kesekolah biar lebih tahu informasinya”jawab Busraini beberapa waktu lalu.

Namun saat diperjelas dan wartawan mengirimkan Janis kegitan termasuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Busraini tetap mengelak bahwa pihaknya tidak melakukan kegiatan yang disingkat eskul tersebut.

Keterangan Drs Busraini berbeda dengan data laporan yang di sampaikan,dimana data laporan penggunaan dana BOS SMKN 1Sintuk Tanoh Gadang tercatat kegiatan kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler.

Berikut rincian kegiatan yang didanai BOS SMKN 1Sintuk Tanoh Gadang  Padang Pariaman tahun 2020, pada tahap satu meneriman dana BOS Rp 607.200.000, terealisasi Rp 372.757.660, tersisah Rp.
234.442.340, dengan jenis kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.12.360.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.49.571.724, administrasi kegiatan sekolah Rp.137.080.200.

Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.12.416.600,
langganan daya dan jasa Rp 22.012.836,pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 24.536.300, penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp.22.080.000, penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Rp. 66.600.000, pembayaran honor Rp.26.100.000

Pada tahap ke dua mendapatkan total
Dana yang Diterima Rp.809.600.000 ditambah sisa tahap 1 Rp 234.442.340, jadi total yang diterimah Rp.1.044.042.340, terealisasi Rp.405.609.075, Sisa Rp.638.433.265, untuk biaya kegiatan penerimaan Peserta Didik baru Rp.25.375.750, pengembangan perpustakaan Rp.33.582.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 13.307.800, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp. 5.971.000

Administrasi kegiatan sekolah Rp.30.526.585,pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.1.687.000, langganan daya dan jasa Rp.62.654.140, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 116.624.800, Penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp.8.770.000.

Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Rp. 3.720.000, pembayaran honor Rp.103.390.000

Tahap tiga dengan total dana yang diterima, Rp.1.242.753.265, total penggunaan dana, Rp.572.652.064 dan sisa Rp. 670.101.201. dengan jenias kegiaitan penerimaan Peserta Didik baru Rp. 9.491.470, Pengembangan perpustakaan Rp.71.506.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 41.260.490,kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp. 14.349.000,administrasi kegiatan sekolah Rp.112.964.780.

Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.13.843.200, langganan daya dan jasa Rp. 40.858.718, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.39.292.650, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 114.775.756, Penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp.17.510.000, penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Rp.1.920.000, Rp.pembayaran honor 94.880.000.

(Zul Nasri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here