Pasaman-BeritaTerbaru.Wiki. Terkait  kegiatan pembelajaran yang mencurigakan di SMAN 1 Tigo Nagari Provinsi Sumatera Barat dan menghabiskan uang negara hingga ratusan, Zulfildairi sebagai kepala SMAN 1 Tigo Nagari, ketika dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp akhirnya buka suara.

Dikonfirmasi via pesan singkat lewat WhatsApp menjawab dengan balik bertanya, soal dari mana mendapatkan informasi.

“Ini pertanyaan saya kepada Bapak seharusnya, dari mana informasi ini bapak dapatkan?, belum sempat dikonfirmasi sudah bapak sebarkan di media online, data yang diberitakan tidak benar sama sekali.Pengeluaran untuk ekskul Tahun 2020. Cawu I = 0 rupiah Cawu II = 3.350.000, pelaksanaan kegiatan ekstra dilakukan sebelum pandemi,  Cawu III = 0″

Dan ketika wartawan mengirimkan rincian alokasi dana BOS sekolahnya, Drs.Khairus Ambri menjawab, “Perlu bapak pahami ada kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler, itu dua kegiatan
1. Pembelajaran
2. Ekstra kurikuler.

Betul anggaran seperti data diatas tapi untuk Ekstra kurikuler hanya Rp. 3.350.000, itu dibayarkan pada cawu II yang pelaksanaan kegiatannya sebelum pandemi.

Kami mohon bapak baca petunjuk BOS supaya jangan salah paham.pesannya lagi.beberapa waktu lalu.

Diketahui, Kegiatan ekstrakurikuler atau sering juga disebut dengan ”ekskul” di sekolah merupakan kegiatan tambahan di luar jam sekolah yang diharapkan dapat membantu membentuk karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.Pencantuman akan kegiatan ini sangat aneh dan memakan biaya hingga ratusan juta rupiah.

Anggaran terdapat dalam program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang didanai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang di kucurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Untuk diketahui, alokasi dana BOS SMAN 1 TIGO NAGARI TA 2020, sesuai data, sekolah ini mendapatkan kucuran dana BOS tahap pertama Rp.275.850.000, tahap dua Rp.367.800.000, tahap tiga Rp.300.450.000.

Dalam proses alokasi dana BOS tersebut ada perlu di pertayakan khususnya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Dimana kegiatan ekstrakurikuler pertama menghabiskan biaya Rp.17.306.012 pada tahap pertama. Tahap kedua Rp.48.495.000 dan tahap ketiga Rp.64.797.099.

Negara yang sedang kena musibah berebaknya virus Corona, akhirnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat surat edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Artinya semua kegiatan belajar murid ada di rumah atau secara daring, yg jadi pertanyaan kenapa muncul anggaran pengeluaran dana BOS untuk kegiatan ekstrakurikuler hingga sampai akhir tahun 2020, yang nota bene kegiatan ini diluar kelas sekolah.

Sementara kordinator wilayah dinas pendidikan provinsi Sumatera Barat Drs.Khairus Ambri ketika di minta tanggapanya terkait kegiatan ekstrakurikuler yang membengkak pada masa Pandemi dan belajar murid secara daring tersebut beliau mengatakan “Persoalan Dana BOS tentunya Sekolah melaksanakan Penggunaannya.berdasarkan Petunjuk Dana BOS.. sesuai dengan Tahun Anggaran yang berjalan terimakasih” jawab Khairul lewat pesan WhatsApp pada media ini.

(Zhn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here