Padang Pariaman : Zonadinamika news. Kondisi rabat beton Korong Tanjung Alai Timur Nagari Kuranji hulu kecamatan sungai Geringging makin miris, hal itu diduga karena pihak pelaksana tidak melaksanakan sesuai speck yang sudah ditentukan.

Belum seumur jangung, rabat beton yang disinyalir jadi ajang korupsi ini, sudah makin terlihat akan buruknya kualitas fisik pekerjaan.

Terkini, hasil Insvistigasi kelapangan, ditemukan hampir merata bahwa kondisi retak-retak,pihak terkait berusaha merekayasa dengan menututup pakai semen.Namun cara itu tidak bisa menutupi akan kerusakan rabat beton, dan Mala makin bertambah banyak.

Sementara itu Dinas Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara setiap dikonfirmasi berulang kali melalui whatsappnya, tetap tutup mulut.

Informasi yang beredar konon kabarnya Hendra Aswara ada hubungan internal sama Wali Nagari Kuranji Hulu.

Diberitakan sebelumnya, Dugaan manipulasi visik pada pembangunan rabat beton Korong Tanjung Alai Timur Nagari Kuranji hulu kecamatan sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman provinsi Sumatera Barat.

Selain dugaan manipulasi visik,dugaan praktek kongkalikong makin terkuak, sebab sejumlah pihak selalu berusaha buang badan saat dikonfirmasi oleh media.

Dengan kondisi rabat beton yang sudah menunjukkan kondisi rusak retak-retak, sementara umur cor rabat beton tersebut baru satu bulan, sementara dugaan manipulasi visik serta dugaan Mark up, karena bawah cor ada pasangan aspal, dan tebal cor hanya 10 Cm dengan camuran adukan yang tidak maksimal, mengakibatkan kwalitas cor sangat rendah dan kurang berbobot.

Pihak insfektorat sudah sepatutnya melakukan kros cek ke lokasi guna menghindari terjadinya kerugian keuangan negara pada proyek tersebut.

Namun sangat disayangkan, pihak insfektorat saat diminta komentarnya terkait proyek tersebut Masi bungkam.

Diberitakan sebelumnya, hasil pantauan media ini dilapangan, sejumlah titik pada badan jalan cor dalam kondisi retak tersebut,diduga dampak dari saat pengerjaan asal-asalan dan tidak sesuai dengan speck yang telah ditentukan.

Sehingga indikasi dugaan korupsi yang selama ini disorot oleh media ini semkain terbukti,sebab baru seumur satu bulan, jalan rabat beton sepajang 400 m di Korong Tanjung Alai, yang terkesan disembunyikan oleh oknum-oknum ini, akhirnya belangnya mulai terungkap.

Ketebatan rabat beton yang hanya mencapai 10 cm ini, selain mengindahkan akan keterbukaan Informasi Publik atau UU KIP, juga sejumlah pihak yang terkait kerap buang badan dalam hal memberikan keterangan pada publik.

Potensi akan kerugian keuangan negara dalam proyek ini agaknya sulit dibantah, oleh sebab itu, kondisi rabat beton yang sudah mulai rontok ini, patut jadi perhatian pihak terkait.

Ketua Bamus yang kerap buang badan yang mengatakan bahwa keberadaan Proyek rabat beton dikorong Tanjung Alai Timur Nagari Kuranji Hulu tidak mengetahuinya. Ini bukti kinerja yang sangat disayangkan.

Sementara itu seketaris Nagari Kuranji hulu, mentakan bahwa anggaran kurang.Ro.150 jt termasuk pajak, jawabnya.

Sifat kucing-kucingan dan saling lempar tanggungjawab oleh sejumlah pihak yang terkait, semakin menunjukkan, bahwa dugaan praktek kongkalikong dalam bobot pekerjaan demi merauf keuntungan pribadi dan kelompok semakin terang benderang, mengingat kondisi rabat beton baru satu bulan sudah banyak yang retak.

Sejumlah sumber di kalangan masyarakat sangat berharap pada pihak penegak hukum untuk melakukan penyelidikan atas proyek tersebut, karena melihat kondisi pisik dilapangan,ada dugaan terjadi manipulasi visik dan dokumen, demi mendapatkan untung besar dan menghancurkan kwalitas proyek, apalagi proyek tersebut dibawah coran sudah ada aspal.

(zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here