Silaen – BeritaTerbaru.Wiki. “Awas kau nanti! Apa maksudmu datang ke lokasi penebangan dan mengancam semua pekerja akan memuat penebangan itu ke berita? Gara gara kau mereka jadi berhenti menebang! Kau tau, aku juga wartawan,” demikian nada mengancam A Sitorus kepada awak media ZonaDinamikaNews.Com.

Ancaman dari yang mengaku sebagai penanggungjawab penebangan itu diterima pasca dilakukan investigasi lapangan atas informasi yang diperoleh dari masyarakat terkait adanya dugaan penebangan hutan ilegal di sekitar wilayah Kecamatan Siantar Narumonda pada Minggu (21/03).

Alhasil, dilapangan, di lahan dekat Desa Sigordang ditemukan ratusan pohon jenis Pinus yang yang sudah ditumbang. Bahkan sebagian besar pohon pinus itu sudah diolah menjadi papan dan broti serta sudah dijual keluar daerah.

Terkait hal itu, salah seorang Pejabat di Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara untuk wilayah Toba, Bancin, ketika diberitahu mengaku tidak tahu kalau ada penebangan hutan atau lahan di wilayah di Sigordang.

“Bapak cek dulu, lahan itu masuk wilayah hutan register atau lahan milik rakyat. Kalau itu lahan milik rakyat, gak masalah kalau kayu itu ditebangi dan diolah menjadi papan dan broti selagi untuk dipakai sendiri,” terang Bancin.

Namun, tambahnya, bila kayu itu dibawa keluar apalagi dengan tujuan komersial, maka pihak pengelola harus mengurus dokumen dokumennya. “Tidak boleh asal angkut keluar, walaupun itu dari lahan pribadi,”

“Harus ada dokumennya seperti nota angkutan. Bila tidak, kayu itu harus ditangkap,” tegasnya.

Selanjutnya, dirinya berjanji dalam waktu dekat akan turun ke Desa Sigordang guna memeriksa kebenaran informasi itu.

“Yang pasti hingga saat ini tidak ada siapapun yang mengurus dokumen dalam bentuk apapun ke kantor kami dari wilayah Sigordang,” pungkasnya mengakhiri.

Semenara itu, salah seorang warga Desa Siantar Tonga tonga 1, Kecamatan Siantar Narumonda yang meminta namanya tidak dituliskan mengaku sangat kuatir atas penebangan itu lantaran lokasi desanya persis di bawah bukit lokasi penebangan.

“Tolong pak Polres Toba supaya menghentikan dan mengamankan para pelaku penebangan itu. Kampung kami kini sudah terancam sebab gunung diatasnya sudah gundul yang bisa saja mengakibatkan longsor,” ujarnya miris.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat bahwa pengelola penebangan itu sebenarnya adalah E Simanjuntak, warga Balige. Sedangkan A Sitorus hanyalah suruhannya. (JP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here