Padang Pariaman-BeritaTerbaru.Wiki.Menanggapi akan polemik taman Hayati, Jonpriadi,S.E.,MM sekda kabupaten Padang Pariaman provinsi Sumatera Barat terlihat dingin menanggapinya dan kepada awak media Ini mengatakan taman Hayati ada seluas 10 Hektar dan itu adalah aset pemda. dan pemda Kabupaten Padang Pariaman sudah mengganti pada orang orang yang menyerahkan tanah tersebut,walau ada penggantian lagi dari pihak tol, dan seharusnya soal ganti rugi hatus diserahkan pada pemda kabupaten Padang Pariaman.

Ditambahkan Jonpriadi,S.E.,MMt terkait polemik dan juga masalah ganti rugi,beliau tidak kuasa memberi keterangan lebih lanjut, bahkan menyuruh media konfirmasi pada dinas lingkungan hidup, pasalnya aset taman Hayati tersebut terletak di Dinas lingkungan hidup, rasanya saya kurang pas untuk menjawabnya ucap sekda bersepekulan.

Sementara itu Dinas lingkungan hidup Padang– Pariaman saat dikonfirmasi berapa minggu beberapa waktu diruang kerjanya, mengatakan kepada awak media ini, bahwa terkait taman Hayati yang kena dampak pembangunan jalan tol, sang kadis mengatakan sudah tidak ada masalah lagi.

Tanah dengan luas 10 hetar tersebut sudah diganti sebanyak 5 hektar baru, kepada pemilik tanah tinggal 5 hektar lagi yang akan menyusul dan penggantian tersebut di lakukan oleh PUPR .ucap kadis.

Perjalanan akan pembebasan lahan untuk taman keanekaragaman Hayati kabupaten Padang Pariaman yang berlokasi di area ibu kota kabupaten Padang Pariaman di Paritmalintang pada segmen C dan segmen D Dan titik koordinat sebagaimana tertuang dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan Bupati.

Sepertinya pembebasan lahan Taman keanekaragaman Hayati yang memiliki luas 10 HA ini menimbulkan banyak kecurigaan banyak pihak, pasalnya sebelum taman ini didirikan Pemda Padang Pariaman sudah penggantian rugi kepada masyarakat pemilik tanah yang sebanyak 11 orang pemilik dengan total luas 10 hektare.

Seiring berjalanya waktu, lokasi atau taman ini kembali harus kena gusur karena terkena lokasi rest area jalan tol duku Sicicin. akibat proyek tes area ini pula, peristiwa ganti rugi harus kembali terjadi yang mereka terima Dari pembangunan jalan tol.

Santer informasi dilapangan, ada tangan-tangan oknum dari wali Nagari dan dari badan pertanahan/ dan dinas likungan hidup yang bermain nakal dalam proses pembebasan dan soal ganti rugi.

Akibat tindakan nakal oleh oknum-oknum ini, sehingga sangat berpotensi merugikan keuangan negara dan.(zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here