JAMBI-BeritaTerbaru.Wiki. Berbagai pertanyaan dan keluhan serta keberatan yang disampaikan oleh wakil masyarakat desa limbur merangin kepada direktur utama PT.SBMN Darmawi di Jambi, terkait tanggung jawab dan manajement pihak perusahaan dalam mengelola kebun sawit masyarakat desa limbur Merangin, antara lain yang mewakili masyarakat adalah hamdi kurnia, Ahmad.Hz A.yazid, Murji, A. dan Zulfikar.SH.

Audiensi dibuka oleh Hamdi Kurnia , kemudian di lanjut oleh satu persatu para wakil masyarakat desa limbur merangin menyampaikan Aspirasi dan keluhan dan juga keberatan dari masyarakat desa limbur merangin, kemudian di lanjut oleh Zulfikar.

Zulfikar mengatakan sebagai ketua koperasi yang di tunjuk untuk bermitra dengat PT.SBMN “saya merasa tidak enak dengan masyarakat desa limbur merangin karena banyak masyarakat yang menilai saya tidak trasparan dalam kepengurusan kebun sawit tersebut, pada hal terkait pemgelolaan kebun sawit tersebut saya merasa tidak di pungsi kan sebagai ketua koperasi, maka dari itu saya ikut hadir dalam pertemuan ini bersama wakil masyarakat.

Kemudian Ahmad.Hz memaparkan terkaiit kronologis awal di bagun nya kebun kelapa sawit masyarakat desa limbur merangin tersebut, pada era kepemerintahan sebelum nya itu lahan tersebut di kenal dengan Hutan adat masyarakat desa limbur merangin (Rimbo dendang). Disaat pembuatan PETA luas lahan tersebut waktu itu secara keseluruhan biaya nya di ambil dari warga masyarakat desa limbur merangin yang di minta secara naik rumah turun rumah masyarakat.
Di hutan tersebut dulu nya banyak kayu-kayu yang bisa di guna kan untuk membangun rumah para masyarakat desa.

Setiap masyarakat yang mengambil kayu tersebut di harus kan membayar uang bunga kayu kepada pemerintah desa limbur merangin untuk kesejahteraan desa limbur meeangin.
Seiring waktu berjalan di waktu Abdul hamid.M. menjabat sebagai kepala desa berdasar kan musyawsrah pemerinrah desa dan BPD dan juga Lembaga adat dan juga tokoh masyarakat desa limbur merangin waktu itu menuai kesepakatan dan keputusanagar hutan tersebut akan di bangun dan di jadi kan areal kebun sawit masyarakat desa limbur merangin dan bermitra degan PT.BMSP.

Selanjut nya ketika kebun sawit tersebut sudah memasuki tahap produksi, entah kenapa waktu itu pihak PT.BMSP mulai tidak aktiv lagi hinga pada ahir nya meninggal kan kebun tersebut, sekilas informasi yang di dapat di karna kan luas kebun tersebut tidak mencapai target.

Sehingga pada waktu itu pemerintah desa dan BPD dan lembaga adat desa danjuga para tokoh masyarakat desa limbur merangin musyawarah terkait pengelolaan kebun sawit tersebut, sehingga pada waktu itu ssesuai kesepakatan bahwakebun sawit tersebut di kelola oleh koperasi gelanggang jaya yang beranggota kan seluruh masyarakat desa limbur merangin, di ketahui oleh pemerintah desa limbur merangin.

Setelah enam bulan berjalan H.idris yang membawa sebagian masyarakat desa limburvmerangin yang diduga terpropokasi oleh bahasa H.idris waktu itu dengan cara demo dan mengklaim kebun sawit tersebut, mengata kan ini adalah kebun sawit masyarakat, dan mengata kan pihak pengelola waktuvitu tidak trasparan. Sehingga kebun sawit tersebut di panen sendiri oleh masyarakat yang terpropokasi.

Waktu H.idris menjabat sebagai kepala desa limburcmerangin maka kebun sawit tersebut di kelola oleh PT.SBMN hingga sampai saat ini tampa ada musyawarah dengan masyarakat desa limbur merangin… di dalam akta notaris PT.SBMN tertuang Nama H.idris dan Ishak bahari dan pihak PT.SBMN, dengan bermacam poin yang tertuang dan di situ. Tanpa melibatkan pihak koperasi gelanggang jaya desa limbur meragin sebagai wadah yang beranggota kan masyarakat, sehingga masyarakay tidak dapat menikmati hasil kebun sawit tersebut merut semesti nya, dan saya sampai kan kepada pak darmawi sebagai dirut PT.SBMN ini masyarakat desa libur merangin tidak setuju dengan pola yang saat ini, dan juga masyarakat tidak setuju dengan cara pengelolaan nya, ujar Ahmad.Hz .

Kemudian dilanjut oleh A.yazid yang menjabat sebagai ketua koperasi gelanggang jaya yang resmi bermitra dengan PT.BMSP yang membangun kebun sawit tersebut , dan yazid mengakui bahwa diri nya dan juga pengurus Koperasi lain nya tidak pernah di beritahu dan di libat kan.

Yazid dengan nada tegang berkata di depan Darmawi dirut PT.SBMN “iitu adalah kebun sawit masyarakat desa limbur merangin…bukan kebun sawit oknum kades H.idris, saya pernah juga bicara kan hal ini kepada camat pamenang barat Daryanto di ruangan nya, camat menjelas menurut keterangan kades H.idris yang di sampai kan kepada saya bahwa kebun sawit tersebut adalah PAD, itu yang di sampai kan kepada saya ujar camat pamenang barat daryanto.
Berdasar kan data yang di dapat dan informasi yang di himpun media iini, hal-hal yang di laku kan oleh oknum kades ini tehadap hak masyarakat desa limbur merangin memang sudah keterlaluan shingga merugi kan emua masyarakat desa limbur merangin.
Secara administrasi dan secara aturan kebijakan yang di ambil oleh oknum kades H.idris ini dan juga pihak PT.SBMN yang di duga bodong ini kuat dugaan bertantangan dengan hukum yang berlaku di NKRI ini.

Selanjut nya Yazid menegaskan kepada dirut PT.SBMN darmawi agar menyampai kan kepada pak hasan yang menurut darmwi adalah pemilik perusahaan tersebut, masyarakat tidak terima atas keberadan PT.SBMN untuk mengelola kebun sawit tersebut yang transparansi nya tidak jelas, dan cara kerja nya amburadul sehingga membuat masyarakat desa limbur merangin merasa di bohongin dan di rugi kan.

Saat ini masyarakat desa limbur merangin sudah benar-benar tidak kuat lagi melihat kebijakan yang diilakukan oknum kades H.idris dan juga pihak PT.SBMN dalam memampaat kan kebun sawit masyarakat desa limbur merangin, dalam waktu dekat ini masyarakat desa limbur merangin akan bertidak demi untuk menyelamat kan hak nya dari tangan oknum yang di duga zolimi hak masyarakat desa limbur merangin tegas yazid lagi.

Darmawi selaku dirut PT.SBMN teresan tidak banyak bicara dalam menanggapi apa-apa yang di sampai kan oleh para wakil masyarakat desa limbur merangin, “terimakasih kepada wakil masyarakat desa limbur merangin sudah menyampai kan banyak hal kepada saya, dan apa yang telah di sampai kan kepada saya akan saya terus kan dan saya sampai kan kepada pak hasan selaku atasan saya dan juga selaku pemilik perusahaan ini, saya di sini hanya bekerja dan di gaji dan saya bisa saja di berhenti kan sewaktu-waktu.

Jadi terkait dengan apa-apa yang di sampaii kan ini saya tidak bisa mengambil kebijakan, ujar darmawi. (Yzd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here