Ende.BeritaTerbaru.Wiki- Dukung Percepatan Penerbitan Akte Kelahiran di Kabupaten Ende Yayasan Flores Children Development ( FREN ) gelar diskusi Panel bersama Orgaganisasi Perangkat Daerah ( OPD ) yang bersentuhan erat dengan Anak serta pemuka agama dan Toko adat selasa 16/02/2021 di Aula Pertemuan Bappeda Kabupaten Ende Flores NTT.

Diskusi Panel dengan Topik Peran Stakeholder dalam Kerjasama Pemenuhan Hak Anak untuk Identitas ( Akte Kelahiran) di Kabupaten Ende. Tema ini diangkat oleh Yayasan FREN mengingat Pemerintah Kabupaten Ende sedang mempersiapkan Ranperda KLA kabupaten Ende ungkap Maria M. Pelapadi Project Koordinator Yayasan FREN.

Lanjut Lentje sapaan akrabnya, Yayasan FREN Mitra ChildFund Internasional yang berada di Indonesia dalam intervensi program yakni didalamnya ada Program Responsif Parenting ( RESPAR) bagi orang tua anak usia 0 – 5 tahun, Pendampingan PAUD dan Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan ( PKH-LK ) yang punya hubungan erat terkait Identitas Anak. Maka kami memandang perlu dan penting agar dalam diskusi Panel ini kita mendapatkan Output adanya Komitmen dari Stakeholder untuk mendukung pemenuhan hak anak atas Identitasnya yakni Akte kelahiran.

Sementara itu Ketua Yayasan FREN Bona Kowan Kornelis dalam sapaan Awal menyampaikan bahwa Yayasan FREN mitra ChildFund Internasional yang berada di Indonesia sudah berkarya lama di tiga wilayah Ende, Sikka Dan Flores Timur. Sebelumnya nama Konsorsium Lembaga Pemberdayaan Anak Masyrakat Flores ( KLPAMF) perjuni 2020 baru diganti Nama Yayasan Flores Children Development ( FREN ) hal ini karena kami harus mengantongi ijinan Menkuham. Konsorsium secara regulasi tidak diijinkan sehingga kami harus mengubah nama tutur Bona.

FREN punya Visi Terciptanya Masyarakat madani yang memobilisasi sumberdayanya bagi kepentingan terbaik anak dengan Misi Menciptakan suatu lingkungan yang penuh harapan dan ramah bagi anak anak yang berasal dari berbagai latar belakang agar mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan dirinya secara Penuh ; memberikan perangkat Praktis untuk mencapai perubahan Positif baik untuk anak anak orang muda, keluarga dan Masyarakat.

Goal kami adalah Anak dan orang muda Bertumbuh dan berkembang secara optimal di lingkungan masyarakat yang aman.

Sebagai Pengurus kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang sudah menjadi mitra dan berkenan untuk Yayasan FREN boleh berkarya di wilayah Ini. Sebagai Yayasan Lokal tentu nya kami sangat mendukung program pemerintah dengan harapan agar terus bersinergi demi kepentingan terbaik anak.

Kegiatan Diskusi Panel dibuka Oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda Ende ) Andreas Worho. Dalam sambutan nya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan FREN yang sudah mendukung pemerintah Kabupaten Ende. Hari ini adalah momentum yang tepat dalam persamaan presepsi terkait Akte Kelahiran. Ini sangat membantu dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Ende untuk mewujudkan Kota Layak Anak target kita adalah tahun 2023, salah satu aspek Indikator Adalah Akte Kelahiran sehingga hari ini juga bersama para Narasumber dan Stakeholder terkait kita dapat merumuskan langkah strategi dalam percepatan penerbitan akte kelahiran di Kabupaten Ende pungkas Andreas.

Diskusi Panel kurang lebih tiga jam yang di pandu oleh Moderator Jhon T. Ire dengan melibatkan Empat Nara Sumber yakni pertama ; Maria M. Pelapadi Project Koordinator Yayasan FREN dengan Materi Program kerja Yayasan FREN. Kedua; Fransisca Nusanumba Ero Kabid Perlindungan dan Pemberdayaan perempuan dan Anak dinas Sosial P3A Materi Akte Kelahiran adalah Hak Anak Ketiga; Lambertus Sigasare Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( DISDUKCAPIL ) Materi Gambaran tentang System Pendataan Dokumen Adminduk serta strategi dan Inovasi dalam percepatan kepemilikan Akte Kelahiran dan KIA menuju Kabupaten Ende Layak Anak dan Pemateri terakhir Albertus Marselinus Yani Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat desa ( DPMD ) Materi Keberpihakan Dinas PMD dalam mendukung Pencatatan dan Akte kelahiran anak di tingkat desa.

Peserta yang hadir dalam diskusi Panel Lima belas orang yang merupakan perwakilan OPD dan lembaga lain nya yang berkaitan erat dengan Akte Kelahiran yakni pihak Rumah sakit Umum Ende, Dinas PMD, DisDukcapil, Dinkes, Dinsos P3A, Bappeda, Toko agama, Toko Adat.

Pantauan Awak Media kegiatan Diskusi Panel ini mengikuti Protokol kesehatan. Suasana diskusi cukup alot dengan melahirkan banyak pertanyaan pertanyaan dari peserta untuk ke empat Narasumber.
( FW. ZonadinamikaNew )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here