Medan – BeritaTerbaru.Wiki – Maraknya komplain pelanggan sejak terbitnya rekening pemakaian air Maret 2021 dengan mendatangi kantor-kantor cabang PDAM Tirtanadi di Kota Medan guna mempertanyakan tagihan air yang mengalami kenaikan drastis, sepertinya belum juga mendapatkan solusi yang memuaskan pelanggan.

“Malah kami menduga manajemen PDAM Tirtanadi sengaja mencari-cari ‘pembenaran’ agar kesalahan pihaknya tertutupi”, tuding Sukma Jaya, Ketua Ikatan Warga Satya (IWS) Sumatera Utara, Minggu sore (21/21)

Dia menyebutkan, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun lalu telah mengakibatkan anjloknya ekonomi masyarakat, termasuk pelanggan air minum yang tak lain merupakan warga terdampak Covid-19

“Masyarakat sudah cukup menderita akibat wabah mematikan ini, jangan lagi ditambah kesengsaraan mereka demi memuluskan kepentingan sepihak”, kata Sukma Jaya.

Kemudian Ketua IWS Sumut ini menghimbau manajemen PDAM Tirtanadi yang kini dirutnya Kabir Bedi agar objektif dalam menyikapi kondisi. “Tak perlu repot kesana kesini hanya (diduga) untuk ‘mencari pembenaran’ semata”, ketusnya

Sukma Jaya yakin para stakeholder PDAM Tirtanadi mendukung peralihan sistem pencatatan meteran dari manual ke digital. Terpenting, dampak transisi yang mengakibatkan melonjaknya tagihan rekening air jangan dibebankan kepada pelanggan

“Hal itu substansinya, yang sedari awal dipermasalahkan publik, bukan persoalan baik atau tidaknya sistem digitalisasi pembacaan meteran air tersebut”, pungkasnya

Sebagaimana diberitakan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan lonjakan tagihan air itu terjadi lantaran adanya pencatatan oleh oknum petugas yang tidak sesuai di lapangan

“Bukan melonjak. Selama ini tak jelas. Si pengukur, si pembayar, ini berbeda. Inilah yang akan didisiplinkan. Ada yang kebanyakan (tagihannya) diturunkan harganya. Ada yang harus dipenuhi, terpaksalah dia naik bayarnya”, jelas Edy, Selasa (16/3/2021), di Aula Tengku Rizal Nurdin Jl. Sudirman Medan

Ia menjamin, seiring berjalan waktu, maka tagihan air PDAM Tirtanadi milik warga yang melonjak tersebut akan kembali normal seperti sebelumnya

“Nanti kalau sudah berjalan normal itu, flat, sesuai aturan. Kalau nggak orang akan bermain-main di situ dengan harga ini. Ini si direktur sudah laporan ke saya, dia paparkan ke saya. Kita tunggu hasilnya. Kalau nggak air yang 11 ribu liter per detik tidak terpenuhi”, ungkap Edy dan mengatakan PDAM Tirtanadi tengah fokus agar kebutuhan air 11.000 lt/dtk bisa segera terpenuhi

Sebelumnya, Kepala Penyelesaian Laporan Ombudsman Sumut, James Marihot Panggabean menyebutkan pihaknya telah menerima beberapa laporan keluhan warga terkait kenaikan tagihan air PDAM Tirtanadi ini

James meminta agar masyarakat dapat memberikan kronologi lengkap dari beberapa warga untuk nantinya bisa memanggil Dirut Tirtanadi

“Oleh karena itu, tadi kami minta agar memenuhi kronologinya, melengkapi identitasnya,dan sebagainya, agar dapat kami tindaklanjuti untuk mengundang direktur PDAM Tirtanadi”, ucapnya.

Kepala Humas PDAM Tirtanadi Sumut, Humarkar Ritonga mengatakan PDAM tidak menaikkan tarif air. Adanya keluhan masyarakat akan lonjakan tagihan, kemungkinan akibat adanya perubahan pencacatan manual menjadi menggunakan aplikasi Android. Solusinya, PDAM menjanjikan hal yang tidak merugikan konsumen

Humarkar mengatakan, kalaupun ada pelanggan yang tarif airnya tiba-tiba melonjak, kemungkinan karena ada perubahan pencatatan tersebut

“Jadi sebenarnya kita bukan menaikkan harga air. Sebenarnya cuma kita ada program pencatatan itu melalui android, melalui HP. Kalau selama ini kan manual, petugas langsung ke lokasi ke lapangan. Jadi ini setelah rekening bulan Maret, pencatatan Februari itu melalui Android. Mungkin di situ terjadi lonjakan,” kata Humarkar Ritonga. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here