Padang –BeritaTerbaru.Wiki. Ermizen S.Pd Akhirnya pegang tongkat komando sebagai Ketua Umum Pengprov PSTI Sumbar melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sumatera Barat yang berlangsung hari ini Minggu (21/3) di Hotel Imelda Padang.

Mantan pemain sepak takraw PON Sumbar ini memang sudah diperkirakan sejak awal. Selain karena ia bersama dua orang lainnya dipercaya Pengurus Besar (PB) PSTI sebagai Ketua Caretaker kepengurusan PSTI Sumbar, suasana di Musda sendiri menunjukkan bahwa insan takraw Sumatera Barat memang menginginkan suasana baru di dunia takraw Sumatera Barat.

“Saya rasa sudah wajar Musprovlub ini diadakan. Sebab kita juga sudah menginginkan suasana baru di Pengprov PSTI Sumbar. Jadi ketika ada surat pencabutan SK Pengurus PSTI Sumbar periode 2017-2021, Kami rasa ditunjuknya beberapa orang caretaker sebagai tim yang mempersiapkan terlaksananya Musprovlub adalah hal yang wajar,” ujar salah seorang peserta Musprov.

SK PB. PSTI nomor 005 tahun 2021 tanggal 19 Februari 2021 tentang pencabutan SK. Pengprov PSTI Sumbar periode 2017-2021. Lalu ada SK PB. PSTI nomor 06 tahun 2021 tanggal 24 Februari 2021 tentang Pengangkatan Caretaker Pengprov PSTI Sumbar untuk melaksanakan Musprovlub PSTI Sumbar. Kedua surat itu ditanda-tangani Ketua PB. PSTI H. Asnawi Abdul Rahman sebagai Ketua Umum PB. PSTI.

Berikutnya ada Surat PB. PSTI nomor 085/A.001/PB.PSTI/II/2021 tentang Surat Penunjukan Caretaker Pengprov PSTI Sumatera Barat yang ditujukan kepada KONI Sumbar. Terakhir adanya Surat Keputusan nomor 01/CT/PSTI/SB/III/2021 tentang pembentukan Panitia Pelaksana Musyawarah Provinsi luar biasa PSTI Sumbar tahun 2021.

Musprov dibuka oleh Sekum KONI Sumbar Irnaldi Samin. Menurut Irnaldi pada prinsipnya KONI Sumbar melakukan sesuatu sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada. Bahwa karena pengurus lama sudah dicabut SK-nya oleh PB. PSTI yang syah, maka KONI kemudian menanyakan hal itu kepada caretaker yang ditunjuk. Ternyata caretaker mengatakan Musprov siap dilaksanakan. Hal itu terbukti pada Musprov ini hadir langsung 14 Pengkab/Pengkot dari 14 Kabupaten Kota di Sumatera Barat.

“Jadi saya rasa tidak benar jika ada yang menuding KONI Sumbar campur tangan dalam hal ini. Karena dalam persoalan ini pada prinsipnya KONI hanya sebagai mediasi. Ketika secara tegas Pengcab/Pengkot sudah menyatakan sikap mereka siap untuk melaksanakan Musprov, kita di KONI hanya tinggal menyetujui,” tambah pensiunan Inspektorat Sumbar ini.

Wakil Ketua Umum PB. PSTI Bidang Pembinaan Prestasi Prof. Dr. Syofyan Hanif, M.Pd yang hadir di arena acara Musprov mengatakan bahwa penyebab utama dicabutnya SK PSTI Sumbar disebabkan karena Ketua PSTI Sumbar dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung-jawab atas terlaksananya Munas Tandingan PB. PSTI. Itu makanya disebutkan bahwa Pengprov PSTI Sumbar sudah melanggar Pasal 9 Anggaran Rumah Tangga khususya di ayat satu sampai tiga.

“Padahal Munas resmi PSTI yang dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Pusat dan wakil dari Kemenegpora berlangsung di Sukabumi. Tapi mereka tetap melaksanakan Munas Tandingan di Jakarta. Nah, sekarang dengan telah disyahkan dan dilantiknya kepengurusan hasil Munas Resmi PSTI yang berlangsung di Sukabumi oleh KONI Pusat, saya rasa tak perlu ada keraguan soal keabsahan pengurus PB. PSTI sekarang ini,” ujar Syofyan.

Profesor Syofyan  mengaku salut dan respek dengan Musprov yang dilaksanakan oleh caretaker PSTI Sumbar ini. Sebab masa tugas caretaker ini adalah selama 24 Februari sampai 24 Maret 2021.

“Sekarang tanggal 21 Maret. Itu berarti caretaker sukses mengemban amanah yang diberi PB. PSTI karena bisa melaksanakan Musprov sebelum batas tanggal yang ditetapkan. Terbukti, mereka berhasil mengumpulkan dukungan tertulis resmi dari 14 Pengcab/Pengkot PSTI se Sumatera Barat, disamping dua Pengkab yang tidak hadir tapi mengirim surat dukungan,” tegas Syofyan.

Ermizen dalam sambutannya mengatakan bahwa terpilih menjadi Ketua bukanlah ambisi yang dibawanya sejak ditunjuk menjadi caretaker. Ia hanya melihat bahwa banyak hal yang perlu dibenahi di Pengprov PSTI Sumbar. Karena itu dengan tegas Ermizen menyebutkan kehadiran dan kesediaannya menjadi caretaker hanya untuk menyelamatkan kondisi PSTI Sumbar.

“Banyak hal yang menurut saya perlu kita benahi di Pengprov PSTI Sumbar. Selain masalah prestasi dan pengaruh orang dekat Ketua, saya juga kasihan melihat tidak harmonisnya hubungan Pengprov dengan PPLP Takraw. Padahal saya dan juga banyak yang lain bisa menjadi atlet PON karena Kami alumni PPLP ini. Hal ini pula yang seperti dikatakan Profesor Syofyan bahwa Sumbar gudang atlet takraw, salah satunya ya, hasil binaan PPLP ini,” tegas Ermizen.

Ermizen berharap agar Sumatera Barat bisa meraih medali emas di PON XX di Papua nanti. Apalagi seingat dia, Sumbar belum pernah mendapatkan medali emas takraw di arena PON. “Padahal kita punya banyak pemain bagus. Hal ini tentu jauh berbeda dengan kelompok yunior. Pasalnya di tingkat yunior atau PPLP kita malah sering mendapat medali emas dan juara,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PSTI Padang Pariaman M. Taufik menilai, hal ini suatu pembodohan dalam  organisasi karena  Pengurus PSTI Provinsi Sumatera Barat peridode  26 November  2016 – 26 November 2021 masih ada  beberapa bulan lagi.

“Bapak Syafrizal Baktiar masa jabatannya habis 26  November 2021,  kenapa di bekukan ada apa ini ? ’’ ujar  M. Taufik.

Selain itu, kenapa tidak diundang secara resmi  ketua PSTSI    kabupaten/kota  Se- Sumatera Barat ikut dalam  Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) tersebut.

Sebagai ketua PSTI Kabupaten Padang Pariaman ini mengatakan, hal ini merupakan pembodohan organisasi. Asal dapat jabatan semua yang di dalam AD dan  ART diabaikan. (zdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here