ENDE. ZonadinamikaNew.com- Hak untuk mendapatkan identitas merupakan hak dasar yang melekat pada setiap anak dan wajib diberikan oleh Negara, tegas Kepala dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ende Lambertus Sigasare selasa 16/02/2021 saat menyajikan materi dalam diskusi Panel terkait Akte Kelahiran Anak di kabupaten Ende Flores NTT.

Diskusi Panel terkait Akte Kelahiran Anak di Kabupaten Ende yang difasilitasi oleh Yayasan Flores Children Development ( FREN ) Mitra ChildFund medapatkan respon baik dari semua stakholder.

Lambertus Sigasare dalam menyampaikan materi nya di hadapan peserta menegaskan hak untuk mendapatkan identitas merupakan hak dasar yang melekat pada setiap anak dan wajib diberikan oleh Negara, maka sudah sepantasnya seorang anak mendapatkan akta kelahiran dan KIA secara gratis semenjak dia dilahirkan.

Urusan pemerintahan bidang administrasi kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan urusan pemerintahan wajib non pelayanan dasar yang bersifat konkuren, urusan pemerintahan yang dibagi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan pemda Kabupaten/Kota berdasarkan akuntabilitas, Efisiensi dan Eksternalitas serta kepentingan strategis Nasional

Tupoksi Dinas Dukcapil adalah menyelenggarakan kegiatan di bidang pelayanan pendaftaran Penduduk, Menyelenggarakan kegiatan di bidang Pelayanan pencatatan sipil, Menyelenggarakan kegiatan di bidang pengelolaan informasi administrasi kependudukan dan menyelenggarakan kegiatan ketatausahaan.

Ada dua jenis data di Disukcapil Ende yakni data layanan dan data konsolidasi bersih ( DKB ) data DKB dikeluarkan oleh Direktorat Dukcapil, dalam satu tahun dua kali di keluarkan yaitu bulan Juni dan Desember.

Data penduduk Kabupaten Ende berdasarkan DKB per 31 desember tahun 2020 berjumlah 276.740. Jumlah penduduk yang memiliki akte kelahiran 77. 946 masih ada kesenjangan sebanyak 198.794 penduduk yang belum memiliki Akte kelahiran.

Data untuk anak usia 0 – 18 tahun berdasarkan DKB total 83.648 jiwa. Anak yang sudah memiliki akta kelahiran 47.154 jiwa. Terjadi Geb yang cukup jauh. Sementara target nasional untuk kepemilikan Akta kelahiran secara umum 95%.

Persaratan penerbitan akta kelahiran sangat mudah ( 1 ). Mengisi Formulir Pelaporan Kelahiran ( F2-2.05 ) (2). Foto Copy surat keterangan kelahiran dari Rumah Sakit/Puskesmas/Bidan/Penolong Kelahiran, ( 3 ). Foto Copy Akta Perkawinan/ buku Nikah orang tua, ( 4 ). Foto Copy Kartu keluarga dan KTP elektronik orang tua, jika tidak memiliki Persyaratan pada point dua. ( 5 ). Jika tidak memiliki Persyaratan pada point 2, wajib mengisi formulir STPJM ( F-2.03 ) Kebenaran data Kelahiran yaitu pernyataan yang dibuat oleh orang tua/wali/pemohon dengan tanggung jawab penuh atas kebenaran data Kelahiran seseorang dengan diketahui oleh dua orang saksi. ( 6 ). Bagi salah satu/Kedua pasangan suami istri meninggal, maka wajib mengisi formulir F2-2.04 ( SPTJM ) Surat keterangan tanggung jawab mutlak kebenaran sebagai pasangan suami istri dengan melampirkan surat nikah.

Persyaratan penerbitan akte kelahiran standar perubahan tahun 2020. Poin 2 dan 6 ini yang membuat momok kita. Kebanyakan kendala masyrakat kita pada 2 item ini Ungkap Lambertus.

Permasalahan yang mempengaruhi penduduk Kita belum memiliki Akte kelahiran adalah ; Pertama keterbatasan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang mampu mengoperasionalkan piranti teknologi informasi Sistem Administrasi Kependudukan. Kedua; Masih rendahnya kesadaran masyrakat untuk melaporkan peristiwa penting dan peristiwa kependudukan. Ketiga; Tingkat pemahaman masyarakat terhadap aturan pelayanan administrasi kependudukan masih rendah. Hal ini terlihat dengan masih banyaknya masyrakat yang belum tahu kelengkapan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan dokumen kependudukan sehinggga sering kali menghambat kelancaran pelayanan oleh petugas operator. Keempat; Sarana prasarana pelayanan administrasi kependudukan kurang memadai. Kelima; Kurangnya pembinaan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Keenam; Menguasakan pengurusan dokumen kependudukan pada orang lain.

Bagaimana strategi dan Inovasi dalam percepatan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak ( KIA ) guna mendukung Kabupaten Layak Anak ?

Dengan Reformasi untuk peningkatan Peningkatan Pelayanan Publik. Strategi dan Inovasi kami Dispendukcapil mengoptimalkan Inovasi yang telah dibangun di tahun 2020 yakni :
(1). Inovasi Layanan ” GARUGIWA ” ( Gerai Urusan pelanggan Insan Wajib Adminduk)
(2). Inovasi ” KEPO ” Keliling Jemput Bola, inovasi ini dilakukan dengan mendekatkan pelayanan Adminduk ke desa desa. (3). Komunikasi dan Kolaborasi dengan dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. (4). Inovasi SAPADIA Sehari Pasti Jadi Akta (5). Optimalisasi pengelolaan Website Disdukcapil Kabupaten Ende dengan alamat http://disdukcapil.endekab.go.id.

Terobosan strategi dan Inovasi tahun 2001 (1). Melakukan komunikasi, Kolaborasi dan kemitraan dengan stakeholder internal dan eksternal (2). Melakukan pelayanan ” KEPO ” Keliling Jemput Bola dengan menggunakan Bus pelayanan keliling ke desa desa dan sekolah. Mobil Layanan Jemput Bola ” MORO’ SI KEPO ” Mobil Operasional Siap Keliling Jemput Bola. ( 3 ). Melakukan kerjasama dengan Rumah sakit dan Dinkes ( Puskesmas) dalam rangka pelaporan peristiwa bayi dan peristiwa kematian. Untuk Kelahiran akan menghasilkan ” LAPAK THEREE IN ONE ” Akhir dapat Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KIA. Untuk kematian akan menghasilkan ” MANDA THEREE IN ONE ” Mati Nanti Dapat Akta Kematian, KK, KTP dengan status janda/duda (4) Pembentukan Petugas Registrasi desa untuk mendata, ferivikasi dan falidasi administrasi kependudukan terkait dengan kelahiran dan kematian ( 5 ) Bekerjasama dengan dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait Akte Kelahiran siswa menjadi satu persyaratan penerimaan siswa baru yang dituangkan dalam perbub. ( 6 ). Pelayanan Administrasi Kependudukan secara Online.
(7). Percepatan Akta kelahiran melalui Inovasi Tiga Jalur PENDEKATAN. ( Pendidikan, Kesehatan , Desa/Kelurahan/Kecamatan )

Anak merupakan masa depan aset bangsa sebagai penerus generasi bangsa, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang yang harus dipenuhi hak haknya dan mendapatkan perlindungan. Oleh karena itu pada kesempatan ini apa yang menjadi Komitmen, Koordinasi, Komunikasi , Kolaborasi dan Konsistensi merupakan kunci dari kesuksesan pungkas Kadis Disdukcapil Kabupaten Ende saat mengakhiri Materi nya.

( FW. ZonadinamikaNews )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here