Ende. BeritaTerbaru.Wiki – Hujan Lebat mengguyur beberapa pekan lalu mengakibatkan tiga rumah warga di dusun Leleria, desa Manulondo, kecamatan Ndona Kabupaten Ende Flores NTT terkikis longsor.

Untuk antisipasi agar Longsoran tersebut tidak mengikis semua bangunan rumah, Sabtu ( 27/03/2021 ) warga dusun Leleria desa Manulondo gotong royong membantu proses pembuatan penyokong agar tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.

Ketua Rukun Warga ( RW ) 02, Remigius Mbana melalaui media ini mengungkapkan hujan lebat pada pekan lalu mengakibatkan tiga rumah warga di wilayah saya mengalami longsor bagian belakang rumah hingga sampai di areal dapur rumah.

Hingga saat ini kami masyrakat setempat baru membantu dua warga atas nama Kanisius Bani dan hari ini Sabtu, 27/03 kami rame rame bergotong royong untuk rumah bapak Jumadin Leta ungkapnya.

Lebih lanjut Remigius sapaan akrabnya mengungkapkan daerah Leleria dari sisi topo grafi sangat memprihatinkan dimana rumah rumah warga dibangun persis di medan yang cukup miring. Iya kondisi topografi wilayah kami seperti ini pak.

Sejak kejadian longsor pemerintah setempat dalam hal ini kepala desa Manulondo sudah melakukan pengambilan gambar di rumah warga. Namun sejauh ini belum ada tindak lanjut dari pihak pemerintah setempat maupun kabupaten untuk masalah ini. Pembangunan ini murni dari keluarga dan kami warga setempat turut membantu dalam pengerjaan secara gotong royong bersama.

Kanisius Bani salah satu warga yang rumah nya terjadi longsor mengakui telah menghabiskan anggaran untuk tembok penyokong sebesar Rp 7.000.000 dan murni dari swadaya pribadi. Dalam upaya untuk mengurangi resiko yang lebih besar saya harus swadaya untuk membuat tembok penyokong dibelakang rumah agar tidak merambat.

Situasi musim begini pak walau susah mau tidak mau harus utang pak. Jika dibiarkan terus nanti akan lebih besar longsoran dan akan berakibat fatal.

Sementara Jumadi mengakui hari ini saya telah mengeluarkan semen 20 sak, mesti pekerjaan belum selesai ini langkah yang harus diambil. Mengingat longsoran tanah hingga sampai rumah. Pelan pelan dengan bahan yang ada memulai untuk membangun tembok sistim trap sesuai kondisi medan.

Ketua Badan Perwakilan Desa ( BPD ) desa Manulondo Lawa Kasianus mengakui turut prihatin dengan kejadian yang menimpa beberapa warga di desa Manulondo. Dalam tahun anggaran 2021 tidak mengalokasikan anggaran untuk tembok penyokong di wilayah Leleria. Pandemi Covid – 19 ini sebagian besar anggaran dana desa di alokasikan untuk BLT bagi warga masyrakat desa.

Lanjutnya jalur ini butuh biaya besar minimal harus pemasangan bronjol atau penyokong dari dasar di mulai dari hulu hingga hilir, karena kejadian ini hampir setiap tahun rumah warga di daerah ini selalu ada yang korban longsor.

Sebagai perwakilan Masyrakat desa tentu nya hal ini kami butuh dukungan pemerintah kabupaten Ende. Melalui program Pagu Indikatif Desa (PIDES ) agar bisa membantu kami di desa Manulondo. Ujar Lawa Kasianus. ( FW. ZN )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here