Mandailing Natal-Zonadinamika news.com.Perilaku tidak terpuji dan tidak patut dicontoh atas sepat terjang oknum camat Siabu Madina Ali Himsar SPd. Dengan latar belakang pendidik, tapi tidak memberikan pendidikan yang baik pada publik.

Seorang pejabat nomor satu di kecamatan, Ali Himsar dari tanggungjawab sebagai pelayan publik usai menggelar Musrembang kecamatan tepat pada Rabu 10 Pebruari di balai desa kelurahan Siabu yang melibatkan 3 anggota DPRD Madina yakni Asmarundin (PAN) Hamdani (PKS) dan Ihsan dari (GERINDRA) serta Bappeda, OPD,dan kepala desa se kecamatan Siabu.

Usai acara Musrembang tentang RKPD tahun 2022, camat dan seluruh yang terkait di acara langsung meninggalkan tempat dan kabur yang diduga sedang di kejar kolektor sehingga tidak bersedia memberikan keterangan pers.

Sejumlah Warawan dari berbagai media yang turut meliput saat acarapun curiga, dengan kaburnya sang camat diduga karena ada masalah pribadi yang sedang mengintai di lokasi acara. Tanpa basa basi camat meninggal wartawan.

“Selama saya bergelut di dunia jurnalis baru ini camat yang paling saya kecewakan,sudah pergaulan minim , dan menonjolkan sifat sombong. Tanpa disadari, jabatan adalah amanah, bahkan kelak usai pensiun akan jadi masyarakat biasa, yang belum tentu berharga dimata masyarakat” kata salah seorang wartawan.

Hal yang sama juga dilontarkan oleh Adnan Saleh Batubara jurnalis media lokal Madina juga ikut kecewa dengan sikap camat,usai acara meninggalkan wartawan yang meliput.

Adnan menambahkan musrembang punya anggaran untuk dokumentasi itu jelas ditampung dalam anggaran karena acara melibatkan pidato bupati Mandailing Natal Drs Dahlan Hasan Nasution yang di bacakan camat.

Dalam UU PERS Tahun 1999 NO 40 tentang pers dipaparkan bahwa Kebebasan Pers adalah Hak yang diberikan oleh KONSTITUSIONAL (perlindungan Hukum) yang berkaitan dengan Media untuk dipublikasikan. wartawan berhak mencari,memiliki, memperoleh,mengolah dan menyampaikan imformasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedaia sesuai dengan acuan undang undang Dasar 1945 dalam fasal 28 F.

Padahal, Bupati Mandailing Natal sudah menginstruksikan kepada SKPD untuk bersinergi dengan pers sebab peran pers sangat besar mendongkrak percepatan pembangunan ,pesan bapak bupati Madina ini seolah tak di indahkan camat Siabu dan malah menyepelekannya.

Todung Mulya Lubis jurnalis zona merah menjelaskan semenjak bapak camat yang baru ini menjabat kawan kawan pers di Siabu kurang aktif dalam pemberitaan,begini kalau yang tidak membidangi jadi camat , gelar Spdi pula jadi camat,seharusnya guru sesuai gelanya”

Todung menambahkan acara musrembang seperti dengan melibatkan pidato bupati Mandailing Natal,anggota dewan,bapeda, OPD Siabu juga kepala desa punya anggaran jelas dan di tampung APBD,dokumentasi itu jelas ditampung dalam laporan pertanggu ja jawaban (LPJ) gak logika kami pers tidak di libatkan dalan kegiatan.
(Saepul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here