Madina-BeritaTerbaru.Wiki.Buruknya pelayanan (RSUD) rumah sakit umum daerah panyabungan terhadap pasien yang mau melahirkan mengakibatkan bayi dalam kandungan ibunya meninggal dunia.akibat lambatnya pertolongan pihak rumah sakit yang mementingkan rapid test daripada kemanusiaan.

Ansoruddin 35 tahun bersama istrinya Maisaroh (36). pasangan keluarga asal pasar maga kecamatan lembah Sorik Marapi kabupaten Mandailing Natal yang ingin melahirkan anak pertamanya di RSUD panyabungan sempat dibuat menunggu beberapa jam untuk melakukan rapid test lebih dahulu.

Keluarga pasien telah memohon dan berupaya untuk segera ditangani tim medis rumah sakit.namun pihak rumah sakit memintanya untuk melakukan test rapid terlebih dahulu.padahal air ketuban sudah pecah dan mengeluarkan banyak darah.

Karena berlarut larut tak dilayani pihak rumah sakit.pasien mulai panik dan sedih.namun pasien berusaha tenang dan berpikiran positif serta berharap pihak rumah sakit agar secepat mungkin menanganinya yang hendak melahirkan bayinya tersebut.

Sayangnya. Saat dideteksi Dengan alat persalinan bayi Maisaroh sudah tidak bernyawa lagi di dalam rahimnya.seandainya pihak RSUD langsung melayaninya dan mungkin bayinya akan lahir dengan selamat.

Akhirnya bayi yang di tunggu tunggu kelahirannya oleh pasangan tersebut meninggal dunia dalam kandungan ibunya.akibat lambatnya kinerja pihak rumah sakit menangani pasiennya yang saat itu sudah dalam keadaan darurat untuk melahirkan.

Diketahui ansoruddin bersama istrinya saat itu menuju RSUD panyabungan untuk melahirkan anak pertama mereka.namun sesampainya di sana (RSUD) pihak rumah sakit malah menyuruh keluarga tersebut untuk melakukan rapid test dahulu yang memakan waktu kurang lebih 2 jam.padahal saat itu istrinya sudah dalam kondisi darurat.

Keluarga pasien pun mengerti dan menerima keputusan pihak rumah sakit agar di test rapid dahulu.Tetapi pasien yang saat itu sudah dalam keadaan gawat darurat.akhirnya pasien harus menunggu lama agar bisa ditangani oleh pihak rumah sakit.

Dalam peristiwa Yang menguras emosi itu terjadi pada malam Rabu 23/2/2021 sekitar pukul 9:00.wib.akhirnya bayi yang sudah meninggal dalam kandungan tersebut bisa di keluarkan oleh tim medis pada hari Rabu sekitar pukul 15:30 wib melalui persalinan normal.

Pihak rumah sakitpun tidak memberikan izin bagi keluarga pasien untuk berkunjung melihat kondisi Maisaroh(36).dengan alasan yang tidak jelas.pihak rumah sakit bersama petugas satpam mengusir keluarga yang hendak menjenguk.

Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai peristiwa yang menimpa pasien tersebut.sementara dari pihak RSUD panyabungan melalui dr Rusli selaku direktur di RSUD tersebut mengatakan kepada media bahwa yang dilakukan rumah sakit sudah sesuai prosedur dan bayi yang sudah meninggal dalam rahim ibu bukan termasuk darurat.”ucap dr rusli.

(Saepul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here