Indramayu-BeritaTerbaru.Wiki.Keberadaan situs-situs bersejarah di indonesia sebenarnya sudah tidak
asing lagi bagi masyarakat dan khususnya bagi guru-guru sekolah atau guru mata pelajaran sejarah. Tetapi yang menjadi persoalan sampai saat ini adalah kurangnya para guru untuk meneliti atau mempelajari situs-situs bersejarah tersebut padahal apabila mau mengkaji dan mempelajarai situs-situs tersebut justru menguntungkan bagi para
guru dalam memperkaya materi ajar atau dapat dijadikan media ajar ketika proses belajar mengajar di sekolah berlangsung. Bahkan bukan hanya untuk memperkaya materi ajar semata, tetapi mempelajari situs-situs bersejarah justru dalam upaya untuk memperkuat karakter siswa-siswi melalui pembelajaran nilai-nilai dari sejarah.

Mempelajari sejarah tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai karakter kehidupan di masyarakat baik dalam bidang relegius, politik, ekonomi, sosial –budaya,
norma dan yang lainnya.

Pada dasarnya para guru sejarah wajib untuk mengkaji situs-situs yang tersebar di seluruh indonesia, khususnya di Kabupaten Indramayu salah satunya situs peninggalan Syaikh Dampu Awang yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran sejarah yang efektif dan efesien terutama untuk memperkaya materi atau bahan ajar ketika mengajarkan kepada peserta didik. Sehingga mengandung nilai
penting bagi masyarakat luas. Dari situs-situs tersebutlah akan mengetahui nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya sebagai pembelajaran bagi generasi penerus sehingga menjadikan manusia yang memiliki karakter dan nilai-nilai yang luhur sesuai yang diwariskan oleh para pendahulu.

Sebetulnya sangat banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Indramayu. Namun ironis, peninggalan-peninggalan sejarah tersebut kurang mendapat sentuhan dari Pemerintah Daerah, sehingga kondisinya memprihatinkan. Padahal, peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut merupakan bukti sejarah yang harus dilestarikan.

Disamping memiliki nilai edukasi, juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa dengan sejarah.

Salah satu pemerhati situs peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Indramayu,  Gus Toha, meminta agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan inventarisasi terhadap peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Indramayu. Sehingga, bisa diusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Karena tugas Pemerintah harus melakukan upaya perlindungan terhadap peninggalan bersejarah sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Lebih lanjut, kata dia, sesuai dengan sabda Rosullullah SAW innama buittu liuttamimma makarimal ahlah (sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan ahlak), dan jika peninggalan – peninggalan bersejarah tersebut dilestarikan. Maka akan menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang akan berkunjung ke Indramayu. Hal ini juga tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, pungkasnya.

(Jayadi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here